Penyerapan Aspirasi Masyarakat Terkait Pengaktifan Stasiun Kebasen Digelar di Aula Kecamatan Kebasen
Kebasen, 18 November 2024 — Acara penyerapan aspirasi masyarakat terkait rencana pengaktifan kembali Stasiun Kereta Api Kebasen menjadi Stasiun Pemberhentian Penumpang dan Barang berlangsung sukses di Aula Kecamatan Kebasen, Kabupaten Cilacap, pada hari Senin, 18 November 2024. Kegiatan ini dihadiri oleh Anggota DPR RI Komisi V, Bapak H. Januar Arif Wibowo, SH, serta sejumlah Camat dan Kepala Desa dari lima kecamatan, yaitu Kecamatan Kebasen, Rawalo, Purwojati, Patikraja, Jatilawang, dan Kecamatan Sampangyang masuk Kabupaten Cilacap
Acara ini juga mengundang berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh masyarakat, perwakilan dari komunitas UMKM OKB, organisasi pemuda, serta Pawarsen (Persatuan Warga Sosial Ekonomi Nusantara), untuk memberikan masukan dan harapan mereka terkait pengaktifan Stasiun Kebasen. Masyarakat setempat menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap rencana ini, mengingat potensi besar yang dimiliki stasiun sebagai pusat transportasi dan penggerak ekonomi di kawasan tersebut.
Stasiun Kebasen sebagai Pendorong Ekonomi Lokal
Bapak H. Januar Arif Wibowo, SH dalam sambutannya menjelaskan pentingnya pengaktifan Stasiun Kebasen sebagai Stasiun Pemberhentian Penumpang dan Barang. "Dengan pengaktifan stasiun Kebasen menjadi pemberhentian penumpang dan barang, dampaknya bukan hanya tentang meningkatkan fasilitas transportasi, tetapi juga membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan adanya stasiun yang dapat melayani penumpang dan barang, akan ada banyak manfaat, mulai dari peningkatan konektivitas antar wilayah, hingga peluang bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)," ujarnya.
Menurut beliau, Komisi V DPR RI berkomitmen untuk mendorong pengembangan infrastruktur transportasi di seluruh Indonesia, khususnya di daerah-daerah yang memiliki potensi besar untuk berkembang. Ia berharap dengan adanya stasiun yang aktif, masyarakat dapat menikmati layanan transportasi yang lebih mudah diakses, serta mendorong mobilitas barang yang akan mendukung peningkatan ekonomi daerah.
Camat Kebasen Bapak Wahyu Adhi Fibrianto, S.STP selaku pihak penyelenggara dalam sambutannya juga sangat mendukung upaya pengaktifan stasiun kebasen menjadi stasiun pemberhentian penumpang dan barang. "Dengan pengaktifan stasiun kebasen menjadi stasiun pemberhentian penumpang dan barang, efek dominonya pasti positif dan signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan kebasen dan sekitarnya," ungkapnya.
Dukungan Penuh dari Komunitas UMKM OKB
Ketua Komunitas UMKM OKB Eko Sulistyo Santosa, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan dukungannya terhadap rencana pengaktifan Stasiun Kebasen menjadi Stasiun Pemberhentian penumpang dan barang. Ia berharap, keberadaan stasiun ini tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat umum, tetapi juga dapat memberikan dampak positif bagi para pelaku UMKM di wilayah tersebut dengan menggerakkan perputaran uang dikawasan kebasen dan sekitarnya.
“Komunitas UMKM OKB sangat setuju dengan langkah ini. Kami berharap, kami dapat dilibatkan dalam pengembangan dan pemanfaatan Stasiun Kebasen tersebut nantinya. UMKM membutuhkan aksesibilitas yang baik untuk mendistribusikan produk mereka ke berbagai wilayah. Dengan pengaktifan stasiun ini, kami berharap bisa lebih mudah dalam melakukan pengiriman barang, sehingga dapat memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk lokal,” ungkapnya.
Dukungan dari komunitas UMKM ini menunjukkan bahwa pengaktifan Stasiun Kebasen tidak hanya dilihat sebagai fasilitas transportasi semata, tetapi juga sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi di level mikro. Para pelaku usaha kecil berharap bisa memanfaatkan jalur distribusi yang lebih efisien dan terjangkau, sehingga dapat meningkatkan pendapatan mereka.
Aspirasi Masyarakat : Infrastruktur dan Aksesibilitas
Selain itu, masyarakat dari berbagai kecamatan yang hadir dalam acara ini menyampaikan berbagai masukan terkait pengaktifan stasiun KA Kebasen dan juga infrastruktur Fly Over di wilayah Kaliwangi Rawalo yang sering terjadi macet karena adanya perlintasan kereta. Beberapa warga berharap agar akses jalan menuju stasiun diperbaiki dan diperluas agar kendaraan umum dan pribadi bisa lebih mudah mencapai lokasi stasiun. Mereka juga meminta adanya fasilitas pendukung lainnya, seperti tempat parkir yang memadai dan fasilitas untuk penumpang, serta merangkul Komunitas UMKM guna memastikan kenyamanan, kemanfaatan ekonomi dan keamanan pengguna jasa kereta api.
Tak hanya itu, warga juga mengusulkan agar pengaktifan Stasiun Kebasen bisa diikuti dengan pengembangan sektor pariwisata di sekitar stasiun. Mereka melihat potensi besar bagi kawasan tersebut untuk menjadi salah satu tujuan wisata, seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat yang akan lebih mudah mengakses berbagai destinasi.
Komitmen Pemerintah dan DPR RI
Menanggapi masukan dari masyarakat, Bapak H. Januar Arif Wibowo menegaskan bahwa pihaknya akan mengupayakan agar semua aspirasi yang disampaikan dapat diperhatikan dan dijadikan pertimbangan dalam proses pengaktifan Stasiun Kebasen sebagai Stasiun Pemberhentian Penumpang dan Barang. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, pemerintah desa, komunitas UMKM lokal serta masyarakat umum dalam memastikan kesuksesan upaya ini.
“Permohonan pengaktifan Stasiun Kebasen menjadi stasiun pemberhentian penumpang dan barang bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga merupakan hasil kerja bersama masyarakat. Kami dari DPR RI akan terus mengawal agar aspirasi ini dapat segera terlaksana dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas H. Januar Arif Wibowo selaku Anggota Komisi V DPR RI.
Harapan untuk Masa Depan
Acara ini diakhiri dengan harapan besar dari seluruh pihak yang terlibat, agar pengaktifan Stasiun Kebasen sebagai stasiun pemberhentian penumpang dan barang dapat membawa kemajuan bagi daerah tersebut, khususnya dalam mempercepat pembangunan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk UMKM, tokoh masyarakat, serta pemerintah daerah, pengaktifan Stasiun Kebasen diharapkan dapat segera terwujud dan memberikan dampak positif bagi wilayah Kabupaten Cilacap dan sekitarnya.
(Eko Sulistyo Santosa/Ketua UMKM OKB)